Print this page

Implementasi Aplikasi WBRS-DAK

Rate this item
(0 votes)

Berdasarkan Surat Undangan dari Dirjen Perimbangan Keuangan RI, nomor : Und-69/PK.1/2016 tanggal 8 Maret 2016 tentang  Undangan Asistensi Implementasi WBRS-DAK P2D2, Asistensi Aplikasi WBRS-DAK di laksanakan pada hari Rabu, tanggal 16 Maret 2016 di ruang rapat Nagara Dana Rakca, Gd. Radius Prawiro Jl. Dr. Wahidin No.1 Jakarta Pusat.

 

Beberapa hal yang disampaikan dalam acara tersebut antara lain :

Acara ini dihadiri oleh unsur DPPKAD, Dinas PU, dan Bappeda. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan para operator pemda dalam menginput data pada aplikasi WBRS-DAK. Hal ini dikarenakan mulai tahun 2016, respons daerah peserta Proyek Pemerintah Daerah dan Desentralisasi (P2D2) terhadap sistem pelaporan Web Based Reporting System - Dana Alokasi Khusus (WBRS-DAK) menjadi penentu bagi daerah tersebut untuk mendapatkan insentif P2D2 secara penuh (10% dari nilai output yang eligible berdasarkan hasil verifikasi BPKP). Berdasarkan hasil evaluasi atas kelengkapan data yang diinput daerah peserta P2D2 melalui aplikasi WBRS-DAK selama tahun 2015, ternyata masih banyak daerah peserta yang belum menyampaikan data secara lengkap.

 

P2D2 adalah proyek kerjasama antara Pemerintah dan Bank Dunia. Pemerintah memerlukan Budget Support untuk mengatasi sebagian defisit APBN. Sedangkan Bank Dunia memenuhi komitmen untuk membantu memperbaiki sistem desentralisasi fiskal, sebagai syarat memberikan program loan. Bagi Pemerintah hasil evaluasi pelaksanaan DAK menjadi dasar pemberian insentif bagi daerah yang dinilai sukses mengelola DAK. Bagi Bank Dunia hasil evaluasi pencapaian output DAK menjadi dasar pencairan pinjaman.

Adapun latar belakang WBRS-DAK adalah untuk meningkatkan akuntabilitas terhadap hasil pelaksanaan DAK (keuangan maupun teknis); seluruh informasi proyek yang dibiayai DAK dapat disajikan secara cepat, lengkap, dan akurat; merupakan bagian dari materi yang diverifikasi oleh BPKP; bagian dari materi commitment letter antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah (P2D2). Sedangkan manfaat dari WBRS-DAK adalah memonitor perkembangan pelaksanaan pembangunan infrastruktur (DAK); dapat diakses dimana saja karena berbasis web; membantu pimpinan daerah melakukan pemantauan infrastruktur di daerahnya; informasi koordinat GPS yang akurat dapat menghindarkan duplikasi kegiatan di lokasi yang sama; dan kemajuan pelaksanaan kegiatan dari 0% hingga 100% dapat dipantau dengan gambar/foto.

Dalam aplikasi WBRS-DAK ini terdapat beberapa SKPD yang terlibat, yaitu DPPKAD sebagai admin daerah, Dinas PU sebagai operator bidang jalan, air minum, irigasi dan sanitasi, Bappeda sebagai pemantau dari laporan yang dihasilkan. DPPKAD sebagai admin daerah akan membuatkan username dan password bagi SKPD operator WBRS-DAK.

 

Read 782 times
Last modified on Monday, 21 March 2016 06:58