Login to your account

Username
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name
Username
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *

Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel

LAPORAN ASISTENSI TEKNIS

SOSIALISASI MEKANISME PEMUTAKHIRAN MANDIRI (MPM)

DATA TERPADU PROGRAM PENANGANAN FAKIR MISKIN

Kabupaten Boyolali, 15–17 Februari 2017

LAPORAN ASISTENSI TEKNIS

SOSIALISASI MEKANISME PEMUTAKHIRAN MANDIRI (MPM)

DATA TERPADU PROGRAM PENANGANAN FAKIR MISKIN

Kabupaten Boyolali, 15–17 Februari 2017

MUSRENBANG TINGKAT KECAMATAN (MUSRENBANGCAM) TAHUN 2017 DI KABUPATEN BOYOLALI

 

Musrenbang merupakan wahana publik (public event) dalam menggali isu-isu serta permasalahan strategis pembangunan daerah, guna mencapai kesepakatan atas prioritas pembangunan dan konsensus pemecahannya. Pembangunan dilaksanakan melalui proses perencanaan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan  dengan mendayagunakan sumberdaya yang ada secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan yaitu peningkatan kesejahteraan rakyat, sehingga partisipasi masyarakat dalam Musrenbang menjadi penanda ditempatkannya unsur masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan hasil-hasilnya

 


Dalam rangka pelaksanaan otonomi, perencanaan pembangunan kecamatan merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan daerah (kabupaten/kota) dan merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan nasional.


Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Musrenbang kecamatan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).


Adapun proses penyusunan RKPD ditempuh melalui empat jalur pendekatan, satu diantaranya adalah jalur pendekatan partisipatif. Pendekatan ini dilakukan dengan mendorong partisipasi warga masyarakat melalui penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD secara berjenjang mulai dari tingkat  dusun/RW, desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten, termasuk penyelenggaraan Forum SKPD dan Forum Gabungan SKPD. Pelaksanaan Musrenbang di daerah merupakan tugas pokok penyelenggara negara (pemerintah daerah) dalam menjalankan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

 

Disisi lain, Musrenbang sekaligus merupakan upaya sinkronisasi dan rekonsiliasi pendekatan “top-down” dengan “bottom-up”, pendekatan penilaian kebutuhan masyarakat dengan penilaian yang bersifat teknis, resolusi konflik atas berbagai kepentingan pemerintah daerah dan non pemerintah untuk pembangunan daerah, antara kebutuhan program pembangunan dengan kemampuan dan kendala pendanaan, serta wahana untuk mensinergikan berbagai sumber pendanaan pembangunan. Oleh karenanya pelaksanaan Musrenbang perlu didukung dengan pedoman teknis operasional agar dalam penyelenggaraannya berjalan demokratis, partisipatif, komprehensif, transparan, dan akuntabel, melibatkan semua unsur kepentingan dan elemen masyarakat, termasuk kelompok marginal warga miskin dan perempuan.

 

Musrenbang Tingkat Kecamatan (Musrenbangcam) tahun 2017 yang dilaksanakan di 19 Kecamatan di Boyolali ini adalah salah satu tahapan dari proses perencanaan penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) tahun 2018, yaitu penyusunan RKPD tahun kedua RPJMD Kabupaten Boyolali 2016-2021.

 

 

 

 

 PANDUAN LOMBA KREATIVITAS DAN INOVASI (KRENOVA)

KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2017

Panduan Lomba Krenova

Written by | Published in: Litbang |

 

PANDUAN LOMBA KREATIVITAS DAN INOVASI (KRENOVA)

KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2017

 

A.     PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

Dalam Visi Misi Bupati Boyolali “Pro Investasi Mewujudkan  Boyolali Yang Maju dan Lebih Sejahtera”,  beberapa agenda unggulan Pembangunan  Daerah yaitu Kabupaten Hijau, Kabupaten Air, Kabupaten Cerdas (Smart City). Hal ini mengingat potensi sumberdaya dan kearifan lokal yang luar biasa, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya. Kuncinya, tergantung dari upaya kita bersama dalam mengelola dan mendayagunakan potensi yang kita miliki.

Berdasarkan acuan Undang-Undang No.18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta Panduan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Tahun 2017 yang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah, maka Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Boyolali memandang perlu untuk memberikan penghargaan dan memfasilitasi kepada masyarakat Boyolali, baik perorangan atau kelompok yang dalam melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi menghasilkan suatu Inovasi kreatif, serta memberikan dampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan Krenova adalah bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Boyolali kepada para mitra dan Inventor yang secara nyata mendukung dalam memajukan produk inovasi untuk masyarakat luas. Dengan memfasilitasi untuk mengikuti lomba tingkat diatasnya (Provinsi maupun Pusat) dan stimulan yang dapat merangsang munculnya inovator atau inventor baru.

Dalam upaya meningkatkan kreativitas di bidang inovasi, masyarakat perlu didorong untuk dapat menciptakan, merekayasa alat/produk yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Pengembangan kreativitas dan kemampuan inovasi dari masyarakat umum terbukti telah dapat menghasilkan berbagai produk industri/rekayasa yang cukup potensial, yang sangat berguna bagi kehidupan masyarakat. Namun, dalam persaingan pasar global dewasa ini, produk-produk tersebut masih kalah bersaing dengan produk-produk mancanegara. Oleh karena itu masyarakat perlu dipacu agar secara nyata dapat lebih kreatif dan inovatif, sehingga berkontribusi  secara nyata bagi peningkatan kesejahteraan.

 

2.                    2.    Dasar

a.  Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;

b.  Keputusan Presiden Nomor 71 Tahun 1995 tentang Hari Kebangkitan Teknologi Nasional;

c.   Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah;

d.  Peraturan Bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2012 dan Nomor 36 Tahun 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah;

e.  Peraturan Gubernur Jawa tengah Nomor 65 Tahun 2012 tentang Sistem Inovasi Daerah Provinsi Jawa Tengah;

f.    Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 23 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan  dan Belanja Daerah Kabupaten Boyolali Tahun Anggaran 2017.

 

3.                     3.    Maksud dan Tujuan

a. Maksud

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong innovation driven yaitu ekonomi yang dibangun atas dasar iptek yang bernilai tambah tinggi agar terbentuk budaya kreatif dan inovatif di bidang iptek, sekaligus memberikan penghargaan kepada masyarakat Kabupaten Boyolali baik secara individu maupun kelompok yang telah mampu menjadi penggali, penemu atau pengembang di bidang iptek  yang hasil karyanya secara nyata berhasil memajukan teknologi terapan, teruji dan terbukti kemanfaatannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

b. Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai adalah memilih kreativitas dan inovasi teknologi terbaik dan mendorong terbentuknya budaya kreatif dan inovatif di bidang Iptek dalam rangka meningkatkan daya saing serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Boyolali.

 

4.                    4.    Ruang Lingkup Kegiatan

Kegiatan ini mencakup semua hasil kreativitas dan inovasi yang dilakukan oleh individu, kelompok dan atau masyarakat di Kabupaten Boyolalidi bidang teknologi dan penerapan yang telah dilakukan pada aspek :

a.  Agribisnis dan pangan

b.  Energi

c.  Kesehatan, obat-obatan dan kosmetika

d.  Rekayasa dan manufaktur

e.  Pendidikan

f.   Kehutanan dan lingkungan hidup

g.  Kelautan dan perikanan

h.Kerajinan dan industri rumah tangga

i.   Sosial

 

5.                  5.    Agenda Kegiatan

1.  Sosialisasi Panduan Krenova

2.  Pengumpulan Data Usulan Calon Penerima Penghargaan Krenova

3.  Seleksi Administrasi dan Substansi Calon penerima Penghargaan Krenova

4.  Proses verifikasi terhadap calon penerima Penghargaan Krenova

5.  Pengusulan dan Penetapan Calon penerima Penghargaan Krenova yang akan mengikuti ke tingkat Provinsi maupun se Subosukawonosraten

6.  Pengiriman ke Provinsi maupun se Subosukawonosraten

7.  Penetapan Penerima Penghargaan

8.  Pemberian Penghargaan

 

B.    TATA CARA PENGAJUAN, PROSES PENILAIAN, DAN PEMBERIAN PENGHARGAAN

1.      Tata Cara Pengajuan

a.  Pengajuan oleh individu atau kelompok dilakukan dalam bentuk proposal atau profil temuan dalam bentuk hardcopy sebanyak 3 (tiga) buku dan softcopy sebanyak 1 (satu) compact disc , yang ditujukan kepada Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Boyolali cq. Bidang Litbang, Jl. Dr. Soepomo Telp 0276 321941, 322553 Fax 0276 325203 Kemiri, Boyolali.

b.  Pengajuan proposal dalam bentuk Kelompok maksimal 5 (lima) orang dan apabila ada dosen / guru pembimbing agar mencantumkan nama pembimbing.

c.   Proposal atau Profil Temuan ditulis maksimal 20 halaman, huruf tahoma 12, dilampiri gambar sesuai kebutuhan, dengan sistematika penulisan sebagai berikut :

1)        Judul

2)        Abstrak / Ringkasan Eksekutif

3)        Latar Belakang

4)        Maksud dan Tujuan

5)        Manfaat

6)        Spesifikasi Teknis (gambar dan operasional alat)

7)        Keunggulan bila dibandingkan dengan penemuan yang terdahulu

8)        Penerapan pada Masyarakat dan Dunia Industri

9)        Prospek Pengembangan (termasuk perkiraan biaya produksinya)

d.  Lampiran :

       1) Biodata Penemu dilampiri Fotocopy KTP dan Daftar riwayat Hidup

            -   Nama Lengkap

            -   Jenis Kelamin

            -   Pekerjaan

            -   Alamat (alamat rumah, alamat kantor, atau sekolah), alamat e-mail

            -   Nomor Telepon ( rumah, sekolah, kantor) , No.Telepon Genggam (HP)

-   Penghargaan yang pernah diterima

2)  Surat Pernyataan Keorisinilan Temuan

2.      Proses Penilaian

a.  Penilaian dilakukan oleh Tim Penilai Lomba Krenova Kabupaten Boyolali

b.  Aspek-aspek penilaian meliputi :

1)     Orisinalitas

2)     Kepioniran

3)     Penerapan di masyarakat

4)     Manfaat

5)     Keberlangsungan

(Batasan operasional unsur penilaian terlampir).

c.  Keputusan Tim Penilai

       Keputusan Tim Penilai bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

3.      Peserta

a. Peserta Lomba Krenova dapat berupa individu atau kelompok, yang berdomisili atau bersekolah/ bekerja di Kabupaten Boyolali, terbagi ke dalam 3 (tiga)kategori,            yaitu : 

       1)    Pelajar, terutama dari kalangan SMA/SMK/MA

2)    Mahasiswa

3)    Masyarakat umum yang berasal dari nonakademisi (bukan dosen)

b.  Tidak terkait secara langsung dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dan tidak terafiliasi dengan lembaga kelitbangan.

c.  Temuan yang telah meraih juara di lomba lain tidak diperkenankan untuk diikutkan dalam Lomba Krenova Kabupaten Boyolali.

4.      Penghargaan

a.  Pemenang Krenova dari masing-masing kategori adalah sebanyak 3 (tiga) . Pemenang, akan mendapatkan piagam penghargaan dan insentif pembinaan pengembangan dari Kabupaten Boyolali.

b.  Pengumuman pemenang akan disampaikan pada akhir bulan Agustus 2017..

c.   Pemenang Krenova Kabupaten BoyolaliTahun 2017 akan diajukan sebagai peserta Lomba Krenova Tingkat se Subosukawonosraten dan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017.

5.      Batas Waktu    

Proposal Krenova dari peserta lomba diterima mulai hari Senin tanggal 20 Pebruari 2017 sampai dengan hari Rabutanggal 15 Maret 2017di Bidang Litbang BP3D Kabupaten Boyolali, Jl. Dr. Soepomo Kompleks Perkantoran Terpadu Kemiri Boyolali.

6.      Lain – lain :

Keterangan/informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

Bidang Litbang BP3D Kabupaten Boyolali

Jl. Dr. Soepomo Kompleks Perkantoran Terpadu, Kemiri, Boyolali

Nomor Telepon (0276) 321941, (0276) 325203  

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. ; dan atau bppdbyl_jtg@yahoo.co.id

Website BP3D Kabupaten Boyolali : www.bappeda.boyolalikab.go.id

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Website Kabupaten Boyolali : www.boyolalikab.go.id

Contact person : Bpk Sarengat (No. HP 081393609953), Bapak Rokhmat (No. HP 08122634660), Bapak Hari (No. HP. 081329907747), Bapak Maharsi Kusumo  (No. HP 081578689880).

 

C.   BEBERAPA CONTOH KRENOVA DARI INVENTOR KAB BOYOLALI

1.    Bakpia Kimpul Makanan Alternatif Rendah Gula oleh Sutarmi,STP. (Mojosongo)

2.    Pembersih Tangan Alami dari Ekstrak Daun Alpukat oleh Sri Hesti Handayani, SP, M.Si. (Simo)

3.    Sabun Mandi Daun Talok Sabun Berbahan Alami Sebagai Antibakteri oleh Murid SMK 1 Mojosongo (Bayu, Ismi dan Dyah)

4.    Ribon Atom 1 oleh Clara Christina Mudjiyem, STP. (Boyolali)

5.    Netralizer merupakan alat untuk mengurangi kevakuman mesin sekaligus menghemat bahan bakar minyak dan mengurangi emisi gas beracun oleh Sumiyanto (Ngemplak)

 

D.    PENUTUP

Panduan ini disusun sebagai pedoman pengajuan usulan penghargaan pada Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kabupaten Boyolali Tahun 2017.

 

Boyolali,     Pebruari 2017

Tim Penjaringan Krenova 2017

Ketua,

 

 

JAKA DIYANA, S.Sos.

Pembina Tingkat I

NIP. 19631010 198607 1 001

 

 

Lampiran Panduan Lomba Krenova Kabupaten Boyolali Tahun 2017

 

 BATASAN OPERASIONAL UNSUR PENILAIAN

 

1.       Orisinalitas

Temuan benar-benar asli, artinya belum pernah ditemukan di lingkup Provinsi Jawa Tengah, terutama dari aspek teknologi dan belum terpublikasikan.

 

2.    Kepioniran

       -    Pencetus ide temuan individu, kelompok, artinya yang menemukan ide pertama kali         dalam menemukan temuan teknologi dalam lingkup Provinsi Jawa Tengah

-    Pengembangan ide orang lain, artinya mengembangkan atau merekayasa sehingga         menjadi lebih produktif, efisien, dan berlanjut dari hasil temuan teknologi yang sudah            ada      dalam lingkup Provinsi Jawa Tengah.

 

2.      Penerapan di masyarakat industri

-       Sedang dilaksanakan implementasi di masyarakat dan industri

-       Dipakai dalam skala terbatas yaitu tingkat Kab. Boyolali dan secara luas adalah dipakai tingkat Provinsi Jawa Tengah/ nasional.

-       Terimplementasi, artinya hasil temuan teknologi telah berhasil diujicobakan dan telah berhasil diterapkan di masyarakat dan industri.

 

3.      Manfaat

-       Penyerapan potensi lokal (bahan baku), artinya hasil temuan teknologi dapat memanfaatkan bahan baku yang berada di lingkungan sekitar sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

-       Peningkatan proses produksi secara signifikan.

-       Penyerapan tenaga kerja, artinya hasil temuan teknologi telah memanfaatkan tenaga kerja yang ada di masyarakat sekitar, sehingga mengurangi pengangguran. Tenaga kerja tersebut dimanfaatkan untuk memproduksi temuan teknologi.

 

4.      Keberlangsungan

-       Potensi pengembangan, artinya hasil temuan dapat dikembangkan ke arah yang lebih besar, lebih cepat, dan lebih murah.

-       Keberlimpahan bahan baku, artinya potensi bahan baku baik lokal maupun nasional sehingga menjamin bahwa teknologi yang ditemukan akan bermanfaat dalam jangka waktu yang relatif lama.

-       Berorientasi pada kebutuhan masa depan artinya temuan teknologi tersebut akan masih dapat dimanfaatkan secara luas dan besar di waktu yang akan datang.

 

SURAT PERNYATAAN

 

Saya/kami yang bertandatangan di bawah ini :

Nama Pengusul       :

Alamat                      :

Pekerjaan                 :

Menyatakan bahwa karya yang saya/kami usulkan adalah murni hasil karya temuan/pengembangan kami dan tidak mengandung unsur penjiplakan/plagiasi.

Data dan informasi sebagaimana isi dalam formulir, saya/kami sampaikan dengan sebenar-benarnya dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

JADWAL PELAKSANAAN KRENOVA KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2017

 

No.

KEGIATAN

JADWAL

 

 

 

1.

Penyiapan panduan Krenova

Januari-Pebruari

2.

Sosialisasi Panduan Krenova ke Desa, OPD dan atau ke Sekolah

Pebruari

3.

Penyerahan dokumen pengusulan administratif profil Krenova

20 Pebruari-13 Maret

4.

Kompilasi dan seleksi usulan penghargaan dari inventor

13  – 16 Maret

5.

Verifikasi oleh Tim Penjaringan Krenova Kab. Boyolali Tahun 2017

17  – 22 Maret

6.

Evaluasi dan Penilaian pemenang Krenova oleh Tim Penjaringan Krenova Kab. Boyolali tahun 2017

22  -  23 Maret

7.

Penentuan pemenang Krenova termasuk yang akan mewakili Kab. Boyolali ke Provinsi maupun ke se Subosukawonosraten

23  – 24 Maret

8.

Proses Pengajuan inventor Lomba Krenova ke tingkat Provinsi

27  - 31 Maret

 

Forum for Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) lahir dari kesadaran beberapa personil para pihak (stakeholders), merupakan keterwakilan dari unsur legislatif, eksekutif, pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan asosiasi atau dunia usaha, untuk membentuk sebuah forum sebagai media komunikasi dan dialog tentang pengembangan perekonomian dan penciptaan lapangan kerja yang dibutuhkan masyarakat Boyolali.

Hari Sumpah Pemuda ke-88 Tahun 2016 bertepatan dengan hari Jumat tanggal 28 Oktober 2016.

Sekilas Sambutan Hari Sumpah Pemuda ke-88 dari Menpora RI :

Melalui peringatan hari sumpah pemuda tahun ini kami menyampaikan salam hangat bagi tokoh-tokoh pemuda di seluruh penjuru negeri dan manca negara beserta keluarga untuk tetap berjuang dan berupaya sekuat  tenaga  demi kemajuan dan kemakmuran Bangsa Indonesia, dan terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kabupaten Boyolali menjadi Kabupaten di Indonesia yang terpilih menjadi tempat penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36. Rencananya HPS ini akan diselenggarakan pada tanggal 28-30 Oktober tahun 2016 mendatang dan akan diisi dengan pameran teknologi dan Demonstrasi usaha tani gabungan kelompok (Dem Area) tersebut akan menggunakan lahan di Boyolali seluas 100 hektare di Kecamatan Banyudono, Desa Trayu.

Sosialisasi dan pelatihan penggunaan Aplikasi SIPD online Kabupaten Boyolali dalam rangka melakukan pengumpulan data SIPD Kemendagri yang lebih cepat, akurat, mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2014 tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah, Sistem Informasi Pembangunan Daerah selanjutnya disingkat SIPD adalah suatu sistem yang mendokumentasikan, mengadministrasikan, serta mengolah data pembangunan daerah menjadi informasi yang disajikan kepada masyarakat dan bahan pengambilan keputusan dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, evaluasi kinerja pemerintah daerah.